Type

news

Scope of Work

Participatory Data Collection

Issue

Disability-inclusive cities

Serah Terima Profil Inklusif Disabilitas: Langkah Kolaboratif Menuju Makassar Kota Inklusi

Vanesha Manuturi
Fri, 13 Feb 2026

Kota Kita dan UNESCO telah secara resmi menyampaikan temuan dan melaksanakan serah terima laporan Profil Inklusif Disabilitas Kota Makassar kepada Pemerintah Kota Makassar di awal Desember lalu. Penyampaian temuan telah dilakukan kepada Walikota Makassar Munafri Arifuddin pada hari tanggal 11 Desember 2025, beberapa hari setelah acara serah terima kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar yang dipimpin oleh Kepala Bappeda Kota Makassar dipimpin oleh H. Dahyal, S.Sos., M.Si, pada tanggal 9 Desember 2025.

Pada kesempatan audiensi dengan Walikota Makassar Munafri Arifuddin, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan Kota Kita dan UNESCO. Munafri menegaskan keterbukaan Pemerintah Kota Makassar untuk berkolaborasi, serta mengapresiasi komitmen kedua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan kota. Ia menilai data yang disampaikan sangat penting untuk memperkuat arah pembangunan inklusif di Makassar. “Dokumen profil disabilitas ini bisa menjadi pedoman resmi Pemkot Makassar untuk menciptakan Kota yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas. Dokumen profil ini sangat baik untuk diperbanyak, juga diletakkan di ruang-ruang baca sebagai referensi,” kata Walikota Makassar Munafri Arifuddin.

Penyerahan profil ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mengintegrasikan prinsip inklusivitas ke dalam proses pembangunan kota. Dengan dukungan dari UNESCO, Kota Kita, dan PerDik (Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan), menyusun profil ini dengan pendekatan pengumpulan data partisipatif. Selama April-November 2025, telah dilaksanakan serangkaian survei, diskusi kelompok terpumpun dan audit aksesibilitas yang dipimpin oleh orang muda disabilitas, sehingga informasi yang disajikan dapat merefleksikan kebutuhan dan aspirasi penyandang disabilitas di Kota Makassar.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kolaborasi yang telah terjalin selama ini, terutama dari UNESCO dan Kota Kita. Profil Kota Makassar Inklusif Disabilitas ini menjadi catatan penting untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan kota yang benar-benar inklusif bagi semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali,” ujar H. Dahyal, S.Sos, M.Si,Kepala Bappeda Kota Makassar di acara serah terima yang berlangsung di kantor Bappeda Kota Makassar (09/12/2025).

Profil ini memetakan sebanyak 5.171 penyandang disabilitas di Kota Makassar melalui metode pengumpulan data partisipatif. Data yang disusun tidak hanya mencakup jumlah, tetapi juga ragam dan penyebab disabilitas, agregasi berdasarkan gender dan usia, serta analisis yang dikontekstualisasikan dengan kondisi spasial dan sosial Kota Makassar, termasuk wilayah kepulauan. Profil ini juga mengulas pemenuhan hak-hak dasar bagi penyandang disabilitas, seperti pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, dan rehabilitasi. Selain itu, profil ini memberikan gambaran terkait aksesibilitas lingkungan terbangun (seperti bangunan publik, pasar, gedung pemerintah, transportasi), partisipasi politik dan sosial, perlindungan sosial, pengurangan risiko bencana, serta akses informasi dan komunikasi.

Nina Asterina, Manajer Program Urban Inclusivity di Kota Kita, dalam acara serah terima di kantor Bappeda Kota Makassar (09/12/2025), menambahkan: ”Kami berharap data yang telah dihimpun dalam profil ini dapat menjadi dasar informasi yang kuat bagi perencanaan pembangunan Kota Makassar ke depan. Dengan data yang partisipatif, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan bisa lebih tepat sasaran dalam membuat kebijakan yang inklusif.”

Penyusunan profil ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk merancang program dan kebijakan yang lebih berpihak kepada penyandang disabilitas. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus meningkatkan aksesibilitas, melindungi hak-hak penyandang disabilitas, serta membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh warga dalam berbagai aspek kehidupan kota.