Type
news
Scope of Work
Strategic Planning & Visioning
Krisis iklim adalah isu global yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan—dari produktivitas pertanian, naiknya permukaan laut, kekeringan, kebakaran hutan, hingga banjir. Dampaknya dirasakan secara tidak merata, terutama oleh kelompok yang rentan. Karena itu, memperluas partisipasi publik dan memastikan suara-suara yang sering terpinggirkan terlibat dalam pengambilan keputusan menjadi kunci untuk mewujudkan aksi iklim yang lebih adil dan sesuai dengan kebutuhan komunitas.
Kota Kita sebagai mitra pelaksana Program Climate Democracy Accelerator (CDA) di Indonesia bersama People Powered membuka pendaftaran bagi para perwakilan pemerintah maupun masyarakat sipil untuk bergabung dalam kohort inovator baru yang ingin mengembangkan aksi iklim melalui program-program partisipatif, dengan fokus pada pertanian regeneratif, energi terbarukan, dan transisi energi yang berkeadilan yang menjawab kebutuhan serta menyuarakan komunitas lokal.
Climate Democracy Accelerator (CDA) adalah program pelatihan dan pendampingan selama enam bulan yang berfokus pada praktik dan dirancang untuk mempersiapkan peserta dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang inklusif dan partisipatif. Untuk terpilih dalam program ini, peserta harus berasal dari lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, atau organisasi non-pemerintah. Program ini memprioritaskan peserta dari lima negara prioritas (Brasil, Indonesia, India, Meksiko, Afrika Selatan), namun tersedia juga kuota tambahan bagi peserta dari negara lain di seluruh dunia.
Peserta Climate Democracy Accelerator (CDA) akan menerima hibah sebesar USD 10.000, dan lima rencana aksi terbaik akan memperoleh tambahan USD 15.000. Temukan cerita peserta CDA dari kohort sekarang dan sebelumnya.
![]()
Cara Mendaftar
- Baca persyaratan dan kriteria seleksi selengkapnya di sini.
- Lengkapi formulir pendaftaran dan kirimkan beserta dokumen yang diminta paling lambat 26 Juni 2026 pukul 23.59 UTC (cek zona waktumu di sini).
Jadwal Program:
| Tahapan | Waktu |
| Periode pendaftaran | 5 Mei - 26 Juni 2026 |
| Proses seleksi | Juli 2026 |
| Pengumuman peserta terpilih | Agustus 2026 |
| Proses due diligent | Agustus - September 2026 |
| Program dimulai | September 2026 |
| Program berakhir | Maret 2027 |
| Sesi tukar pengetahuan antar peserta | Maret - April 2027 |
| Peserta Melaksanakan Rencana Aksi | Maret 2027 - Maret 2028 |
Referensi | Profil Peserta CDA Cohort 6 (April 2026 - September 2026)
Kapuas Hulu, Indonesia: Madani Berkelanjutan Foundation, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu
Mengembangkan model tata kelola bioenergi berbasis komunitas yang menempatkan masyarakat yang bergantung pada hutan sebagai pusat pengambilan keputusan dalam produksi biofuel berbasis sumber daya lokal, yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan mekanisme pembiayaan sosial.
Pandeglang, Banten, Indonesia: PATTIRO Banten, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten
Menginisiasi Majelis Masyarakat (Citizens’ Assembly) deliberatif untuk mendorong pertanian regeneratif di komunitas rawan kekeringan, dengan melibatkan langsung 300 keluarga dalam membangun ketahanan iklim berbasis kearifan lokal.
Brebes, Indonesia: ESKA Unggul Indonesia (ESKA Foundation), bekerja sama dengan BAPPERIDA Kabupaten Brebes
Menyelenggarakan “Musyawarah Besar Masyarakat Brebes” — sebuah forum deliberatif berbasis pendekatan Citizens’ Assembly untuk merumuskan kebijakan pertanian regeneratif di wilayah pertanian bawang merah, dengan fokus pada degradasi tanah, penurunan pendapatan petani, serta kesehatan ibu dan anak.
Semarang, Indonesia: Ikatan Pelajar Muhammadiyah, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara
Meluncurkan inisiatif Sekolah ASRI (Sekolah Hijau dan Berkelanjutan) yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis aksi di institusi pendidikan melalui keterlibatan siswa, guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan lokal untuk bersama-sama merancang sistem pengelolaan sampah organik, pengomposan, serta produksi biogas berbasis bioreaktor di lingkungan sekolah.
Semarang, Indonesia: Yayasan Amerta Air Indonesia, bekerja sama dengan Komisi C Fraksi PKS DPRD Kota Semarang
Mengembangkan skema perencanaan berbasis komunitas di antara para petambak mangrove dan petani tambak, yang mengintegrasikan budidaya perikanan regeneratif dengan restorasi ekologi melalui pendekatan “laboratorium transformatif” yang partisipatif.